Self Talk

Taken from my personal notes, haha. One of the thing that I usually do. So often that it becomes a habit: To reflect upon myself. This is addressed to me, but I think it’ll be okay to share once in a while😉

Memang ya, menyampaikan apa yang ada dalam diri kepada orang lain membutuhkan keberanian. Bertahun-tahun aku menulis di buku harian, tidak ada artinya saat harus menulis untuk dibaca oleh orang banyak.

Semakin besar semakin sadar akan batasan-batasan. Apa yang bisa disampaikan dan apa yang sebaiknya disimpan sendiri. Mungkin jika aku menulis blog saat masih anak-anak, yang ditulis akan lebih gamblang, tidak ada yang ditutup-tutupi. Tapi sayangnya tidak (untungnya?).

Saat dewasa, rasa takut semakin besar. Kesadaran akan bahaya semakin tajam. Memang mungkin akan muncul reaksi yang tidak menyenangkan saat kita membuka diri. Mungkin orang lain akan menolak kita, menutup pintunya, menyatakan ketidaksukaannya. Tapi kemunculan itu akan sama besar kemungkinannya dengan muncul orang-orang yang merasa senang, menyambut dan membuka pintu mereka, juga orang-orang yang berkata “Akhirnya kamu datang juga”

(Jangan lari dari takdirmu sendiri, Ai – Detective Conan)

Lari, sembunyi, memang terasa lebih mudah. Kamu tidak perlu berhadapan dengan kemungkinan-kemungkinan itu. Yang kamu hadapi hanya dirimu, orang-orang yang sudah kamu kenal baik, dan kenyataan.

Ya, kenyataan.

Kenyataan bahwa kamu akan merasa takut selamanya. Bahwa kamu sebenarnya kesepian. Karena tidak pernah mau mencoba membuka dan melangkah keluar, yang kamu tahu hanya rasa takut ditolak, tidak disukai. Padahal mungkin rasa takut itu akan berganti dengan rasa lega, rasa bangga dan bahagia.

Kan kubilang, kemungkinannya sama besar.

Bersembunyi dari kemungkinan keduanya. Kemudian berlindung pada ilusi bahwa kamu tidak apa-apa sendirian. Lebih baik sendirian

(Tidak ada orang yang suka menyendiri – The Extra Kobayashi)

Benar. Tidak ada. Termasuk kamu, kan?

Ingatlah bahwa penolakan itu hanya masalah kecocokkan. Kamu akan diterima, pada akhirnya, oleh orang-orang yang benar-benar menyukaimu karena merasa cocok denganmu. Dan itu berarti tidak semua orang bisa menerimamu, sama dengan kamu yang tidak bisa selalu cocok dengan semua orang.

Buka saja pintunya. Ceritakan pada dunia kisah hidupmu. Sebenarnya hidupmu tidak perlu terlalu dirahasiakan kok, kecuali kamu buronan. Tidak perlu menunggu sampai mati untuk menceritakan kisahmu pada orang lain.

Biar saja apapun yang mau orang lain katakan tentangmu, karena sebetulnya mereka lebih banyak berpikir tentang diri mereka kok. Sama seperti kamu yang sering cemas memikirkan apa yang orang lain pikir tentang kamu, mereka juga begitu.

Jadi, tenang saja🙂

18/2/13 12.00 AM

One thought on “Self Talk

  1. Sukaa!! Dan jadi kangen Kobayashi. Dulu udah pernah mau komen di sini dan post2 lain, tapi kemudian terhambat password yang dilupakan (karena harus log in segala). Dulu kayanya komennya lebih apik. Namun sudah lupa. Jadi sementara ini saja ya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s