Recognition

“Kerja menunjukkan eksistensi manusia. Serta memberikan wujud manusiawi terhadap lingkungannya”. (Filsafat Ilmu)

Lalu apakah orang yang tidak bekerja tidak memiliki eksistensi?

Seseorang memiliki bakat menyanyi. Kemudian dia berniat mengikuti lomba unjuk bakat yang diadakan di sekolahnya. Tapi akibat suatu hal ia batal mengikuti lomba tersebut. Apa kemudian bakatnya hilang? tidak ada?

Seperti halnya dengan eksistensi.

Eksistensi ada dalam diri setiap manusia yang hidup. Apapun yang tengah terjadi di dunia, diketahui atau tidak seorang manusia akan tetap memiliki eksistensi, setidaknya terhapa dirinya sendiri. Kemudian, kerjalah yang berfungsi MENUNJUKKAN eksistensi itu kepada orang lain, yang kemudian membuat seseorang itu disadari keberadaanya, diakui, dan dirasakan hilangnya bila tidak ada.

Eksistensi seseorang akan tetap ada meskipun tidak bekerja, bagi dirinya, tapi tidak bagi orang lain.

Bahkan eksistensi diri bagi diri seseorang sendiri akan tetap ada hingga seseorang itu mati. 

“The key to immortality is living life worth remembering” (Bruce Lee)

Tetapi lain halnya jika seseorang bekerja, menjalani hidupnya dengan sebaik-baiknya, memaknai setiap peristiwa dan meninggalkan kesan mendalam pada orang-orang di sekitarnya, eksistensinya akan tetap hidup, hidup seterusnya bukan hanya bagi diri sendiri tetapi juga dalam diri orang-orang lain yang masih hidup..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s