Garuda beraksi kembali

Hiyaaa this is the third Indonesian movie that I watch on the theater this year (which is almost over), actually, so many good Indonesian movies on 2011! I haven’t even got enough time (and money) to watch all of those. This time I took another family movie, for I am some kind of Shotakon… haha.. well, with the same cute actor that we all know I fancy so much, none other than Emir Mahira❤ Here he’s back as his very first role, Bayu Purnomo Jati on the sequel of Garuda di Dadaku. I just watched the movie yesterday, so this review will be very fresh from the brain!

Garuda di Dadaku 2

Bayu yang kini sudah remaja, menjabat sebagai kapten timnas U-15. Dari awal saja, kita (saya mungkin) sudah dikejutkan dengan penampilan Bayu sebagai remaja. Meski masih jadi paling kecil di antara anak seusianya, Bayu jelas sudah bukan lagi anak-anak yang kita temui di Garuda di dadaku :’) rasanya kok kayak liat anak saya yang tumbuh (padahal punya anak aja belom) Perkembangan fisik sahabat Bayu, Heri, yang masih setia ditemani Bang Dulloh juga cukup membuat saya kaget, yang pasti sih tambah kece :B (Bang Dulloh masih tetap kocak xD). Bayu memasuki fase dimana ia merasa dirinya (seharusnya) menjadi pusat perhatian semua orang. Ibunya, sahabatnya, Heri, teman-teman sekolahnya, media massa, bahkan gadis baru pindahan dari Surabaya yang menarik perhatiannya.

Film Garuda di dadaku 2 ini memberikan berbagai pecahan konflik yang dihasilkan dari peran-peran yang Bayu emban dalam kehidupan kecilnya. Bayu sebagai kapten timnas, Bayu sebagai siswa SMP, Bayu sebagai anak dari single mother, Bayu sebagai sahabat Heri dan lain-lain. Bisa dibilang semua memang tentang Bayu dan bagaimana ia menjalankan kesemua perannya itu dengan seimbang. Sebagai anak baru gede yang sangat labil (super ababil 2011) Bayu mengalami kesulitan dalam membuat keputusan-keputusan penting ini, meski tidak berjalan mulus, pada akhirnya Bayu berhasil menghadapi semua konflik yang ada dengan caranya sendiri.

Menurut mly film ini menghibur sekali, totally worth the wait! Sebuah sekuel selalu mendapat beban berlebih, untuk tetap bagus atau bahkan lebih bagus dari seri pertamanya, sempet takut juga sih dengan Garuda di dadaku 2 ini, takut mengecewakan, dan mendapat kesan ‘ga sebagus yang pertama’ Tapi ternyata setelah menonton, mly bisa bilang ini lanjutan yang bagus. Ceritanya segar dan mengalir. Konflik-konflik yang disajikan benar tampak dan mengombak emosi, meskipun ada beberapa masalah yang pada akhirnya seperti tidak terselesaikan. Selain banyaknya adegan pertandingan bola, bumbu-bumbu remaja yang paling khas juga ditampilkan disini, yaitu cinta. Sebelumnya Heri sudah duluan digoda Bayu soal hubungannya dengan Zahra, sekarang giliran Bayu yang naksir-naksiran sama teman sekelasnya, Anya. Sungguh sangat lucu melihat anak-anak ini sudah mulai menunjukan ketertarikannya masing-masing. Tentunya masih dalam batas wajar sehingga terlihat alami dan bisa dinikmati. Selain Anya, muncul juga tokoh-tokoh baru, seperti pelatih baru yang keras; Pak Wisnu, pemain baru ‘saingan’ Bayu, yang bernama Yusuf dan teman kerja Ibu Bayu.

Bicara soal soundtrack, lagu Darah Garuda yang dibawakan Super K memiliki aura semangat yang sama dengan Garuda di dadakunya Netral.  Senang rasanya mendengar lagu ini saat film berakhir. Terlepas dari konflik-konflik yang taktuntas, film ini patut ditonton oleh seluruh anak negeri di bioskop, terutama yang ikut merasakan euforia Garuda di Dadaku. Kelanjutan cerita Bayu yang waktu itu baru masuk timnas bisa lumayan dinikmati disini.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s