You may listen to what a 12-years-old boy said

Apa yang kalian lakukan, kalau ada seseorang yang memberi bantuan disaat kita butuhkan? Mungkin kalau benar2 berterimakasih, kalian bakal membalas kebaikannya, dengan menolongnya juga di saat dia butuh. Minimal kalian pasti punya niatan untuk melakukan hal yang sama. Sesimpel2nya dengan bilang terima kasih, mungkin.

Tapi gimana kalo kalian membalas kebaikannya dengan meneruskan apa yang dia lakuin ke kalian? Menolong orang lain, lalu ajak orang lain itu dengan menolong orang lain lagi juga, terus terus sampai akhirnya semua orang jadi saling menolong, bahkan ke orang yang ga mereka kenal?
Ide gila ini jugalah yang dipikirkan oleh Catherine Ryan Hide, yang ia tuangkan dalam novel yang berjudul PAY IT FORWARD. Kemudian diangkat ke dalam film layar lebar, pada tahun 2000 dengan judul yang sama. Dalam film ini, ide tersebut muncul dari seorang anak laki-laki berumur 12 tahun!

Berawal dari tugas sekolah yang diberikan guru sosialnya, Mr.Simonet untuk membuat ide tentang hal yang bisa dilakukan untuk mengubah dunia. Trevor McKinney seorang anak dengan ibu alkoholik dan ayah yang suka menyiksa namun tak pernah ada, berpikir tentang ide untuk meneruskan menolong orang lain, daripada menolong balik orang yang menolongnya, atau sebutannya “Pay It Forward” dengan harapan akan membuat dunia menjadi tempat yang lebih baik. Seorang tunawisma pecandu narkoba, bernama Jerry adalah orang pertama yang ditolongnya. Pada awalnya idenya ini, ditentang dan dianggap terlalu tidak mungkin untuk dilaksanakan. Orang-orang di kelas bahkan menganggapnya berkhayal terlalu tinggi. Meski sempat goyah dan merasa ‘dunia memang tak bisa diubah lagi’  Trevor tetap berusaha menolong 3 orang pertamanya dengan segenap jiwanya. Seperti inilah peta harapan Trevor untuk proyek Pay it Forward nya

Bisa dibayangkan, jika setiap orang menolong 3 orang lain, dan 3 orang lain itu masing-masing menolong 3 orang lain lagi, kebaikan akan terus menular pada banyak orang. Sementara Trevor berpikir kalau proyeknya ini mungkin gagal, seorang jurnalis, bernama Cris, dari kota lain, tengah meneliti asal gerakan Pay it forward, setelah ia mendapatkan hadiah mobil dari orang yang tidak ia kenal. Jadi bisakah kita katakan kalau Trevor berhasil dalam menjalankan proyek mengubah dunia menjadi lebih baik? You tell me.

Film ini inspratif sekali, meskipun Trevor tidak terlahir dari keluarga yang utuh dan harmonis, ia tetaplah seorang anak 12 tahun, yang percaya bahwa semua orang itu pada dasarnya baik. Dan ia juga percaya bahwa dunia bisa menjadi tempat yang lebih baik untuk kita tempati, asal kita percaya, dan berjuang keras untuk itu, seperti yang ia lakukan.

“Sometimes The Simplest Idea Can Make The Biggest Difference”.

Read and post comments | Send to a friend

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s