Rambo has a son??

Tau Rambo? tokoh veteran vietnam yang kuatnya minta ampun itu. Tokoh yang dibintangin sama Sylvester stallone ini punya ciri khas berambut keriting gondrong, dan iket kepala di dahi, sudah ingat? .
Jadi apa yang membuat Rambo begitu penting dan menarik untuk dibahas disini? Sebenarnya ini bukan tentang Rambo, melainkan tentang anaknya Rambo. Bukan anak beneran sih, cuma imajinasi anak laki-laki 10 tahun yang terinspirasi buat jadi anaknya Rambo, setelah nonton filmnya yang pertama: Rambo: First Blood.
Ya ini adalah film yang berjudul “SON OF RAINBOW” *oops i did it again* Maksudnya “SON OF RAMBOW”
BIsa membayangkan seperti apa filmnya? ga ada bayangan? sama sekali? okay here’s the trailer:

THE TRAILER

Film ini mengisahkan tentang persahabatan antara dua cowok kecil yang bernama Lee Carter dan William Proudfoot. Diawali dengan ulah Will dan Lee yang ga sengaja mecahin akuarium di sekolah, lalu Lee bersedia mengakui kesalahan itu sendirian, dengan bayaran jam tangan Will dan berperan jadi stuntman di film buatan Lee, yang akan diikutsertakan dalam ajang film pendek ‘Screen Test’.
Mereka berdua adalah dua orang yang seharusnya ga berteman, karena Will berasal dari keluarga penganut protestan yang taat, atau sebutannya Plymouth Brethen, melarangnya untuk berurusan dengan keduniaan yang merusak, bahkan untuk sekedar nonton atau dengerin musik pun dilarang. Dan Lee termasuk dari hal-hal yang harus dijauhi, karena dia dikenal sebagai anak badung di sekolah. Maka dari itu dimulailah pembuatan film secara sembunyi-sembunyi!


Will yang belum pernah melakukan hal-hal yang gila, merasa sangat antusias dan bersedia melakukan aksi-aksi yang kadang agak berbahaya untuk anak2, Lee yang hanya tinggal hanya berdua dengan kakak yang tidak peduli padanya pun merasa memiliki teman yang menyenangkan, dari situlah timbul persahabatan diantara keduanya.
Tentu aja, ceritanya ga selesai sampai disitu, masalah mulai timbul saat ibu Will mulai curiga dan cemas dengan ‘penyimpangan’ yang dilakukan Will. Pembuatan film pun ga berjalan dengan lancar, karena Will terkadang merasa ragu dengan apa yang ingin dilakukannya. Antara taat dengan agama dan menjaga nama baik keluarganya, dengan melakukan hal yang ia sukai bersama sahabat barunya, Lee. Disinilah persahabatan mereka teruji.

Film ini meninggalkan kesan yang mendalam banget buat melly, gimana seorang bocah mesti memutuskan dan mulai memikirkan apa yang harus dan tidak dilakukannya. Dan melly suka banget sama kekreatifitasan mereka dalam membuat film Son of Rambow itu! meski cuma dengan alat-alat sederhana, dan kemampuan anak-anak yang terbatas, film itu justru jadi keliatan alami dan kocak.

Melly suka banget adegan pas mereka mulai menikmati kebersamaan mereka, dan menyatakan diri sebagai saudara sedarah. And the ending is so touching.

This movie is really worth watching. I mean it

Read and post comments | Send to a friend

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s